I. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi
dan kondisi politik yang stabil yang diperkirakan akan menjadi kekuatan
terbesar di Asia Tenggara. Namun demikian kondisi tersebut tidak seiring dengan
pemerataan pembangunan sehingga menciptakan kesenjangan ekonomi yang sangat
dalam yang berpotensi menimbulkan konflik sosial yang justru akan menghambat
laju pertumbuhan ekonomi dan kestabilan politik itu sendiri.
Ironis memang, pertumbuhan ekonomi yang lajunya demikian pesat
hanya dinikmati oleh segelintir orang, sementara mayoritas masyarakat di
lapisan bawah makin tertinggal. Kondisi ini terjadi hampir di semua daerah yang
mengalami industrialisasi yang berakibat pada beralihnya profesi sebagian besar
dari mereka dari petani yang sejahtera yang mempunyai tanah garapan sendiri,
kemudian sawahnya berubah menjadi pabrik, setelah itu uangnya habis begitu saja
tanpa ada profesi pengganti yang jelas. Dampaknya adalah terciptanya
keluarga-keluarga miskin, yang tidak mampu menyekolahkan anaknya sehingga
menciptakan generasi-generasi baru yang makin miskin karena pendidikan yang ala
kadarnya. Sementara karena faktor pendidikan pula, kehidupan para generasi muda
tidak tersalurkan kepada pembentukan karakter yang positif yang akan menjadi
benih-benih kejahatan dan tindakan tidak bermoral.
Tentunya kondisi seperti ini sangat berbahaya dan harus segera
dicarikan jalan keluar untuk mengangkat masyarakat di lapisan bawah untuk
bersama-sama berperan aktif dalam mengisi momentum pertumbuhan ekonomi ini agar
mereka bisa bersama-sama maju dan sejahtera. Anak-anak mereka perlu mendapatkan
pendidikan tinggi untuk mentransformasi diri mereka menuju generasi yang
sejahtera dan mandiri sehingga tidak terpinggirkan lagi.
Cikarang yang dulu adalah daerah agraris kini sudah berubah wilayahnya
penuh dengan kawasan-kawasan industri. Dilain
pihak banyak keluarga miskin yang dipastikan tidak mampu lagi membiayai anak-anak
mereka mencicipi bangku sekolah yang memadai, apalagi kalau anak-anak itu
ditinggal bapaknya sehingga menjadi yatim yang membawa masa depan mereka
menjadi makin kelam. Untuk itu Yayasan Darul Ulum berkeinginan untuk ambil
bagian dalam mengangkat dan membekali diri mereka dengan ilmu pengetahuan and
ketrampilan agar terputus dari rantai kemiskinan sehingga mereka menjadi
generasi yang kuat dan berakhlaq mulia.
Nama Badan
Badan Usaha ini bersifat sosial kemasyarakatan dengan nama “Yayasan
Darul Ulum” yang diambil dari nama sebuah Pondok Pesantren yang didirikan oleh
leluhur keluarga di Jombang Jawa Timur.
Kegiatan
Yayasan akan fokus pada pembinaan, pendidikan dan pengajaran
masyarakat Miskin, golongan lemah, yatim dan para generasi muda.
Tujuan
1. Pemberdayaan keluarga miskin
2. Memfasilitasi anak usia sekolah untuk mendapatkan pendidikan
memadai
3. Menyalurkan bakat dan ketrampilan generasi muda
4. Pembekalan Ilmu pengetahuan dan Akhlaq bagi semua lapisan
masyarakat
Program
·
Program
Jangka Pendek (~2015)
1. Beasiswa dari SD sampai PT
2. Pengajian
·
Program
Jangka Menengah (~2020)
1. Pelatihan Wirausaha
2. Pendidikan pesantren
·
Program
Jangka Panjang (~2030)
Pembangunan kompleks Pondok Pesantren yang terintegrasi
Sasaran
Sasaran utama adalah masyarakat menengah ke bawah dan anak usia
sekolah, yakni:
1. Keluarga Miskin dan anak Yatim
2. Anak-anak generasi muda usia sekolah
Sasaran berikutnya adalah semua kalangan masyarakat
Daftar anak binaan di lampiran 2.
Target
Target yang ingin dicapai adalah:
1. Menjadikan keluarga miskin menjadi sejahtera
2. Membentuk generasi yang berilmu dan berakhlaq mulia
Lokasi
Daerah rintisan ada di Kampung Pegadungan Rawa Bangkong Kelurahan
Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur.
Untuk pengembangan selanjutnya akan mencari lokasi di sekitar
Cikarang
Pengurus
Susunan pengurus lengkap ada di lampiran 1.
Sumber Pembiayaan
1. Swadaya
2. Donatur yang tidak mengikat
Penutup
Hanya berharap ridho Allah, semua rencana dan upaya ini kami
lakukan.
Wassalam,
Cikarang, 17 Ramadhan 1433H/ 5 Agustus 2012
Hj. Ana Hikmah, SKM
HP: 08161880375